Breaking News
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Desember 2017

SAAT NYA MEMBUAT TARGET IMPIAN TAHUN 2018.

Keinginan dalam kehidupan semua orang dirangkum dalam mimpi mereka, namun mengapa tidak semua orang bisa mencapainya? Alasannya adalah karena sebagian dari mereka tidak merancang dan mendesain target mimpi mereka.

Saya pribadi menyusun semua Mimpi saya dalam target impian sehingga memudahkan untuk mencapainya.

Otak Anda itu seperti komputer, bila anda tidak memberikan perintah yang jelas dan langsung pada komputer biologis Anda tentang apa yang harus dilakukan, maka komputer itu tidak akan bisa mengarahkan dirinya untuk mencapainya.

Saya pribadi membagi target mimpi tahunan menjadi 6 bagian ( semua orang berbeda jadi silahkan saja anda mau menambahkan atau mengurangi ), diantaranya sebagai berikut :

1. Rohani dan Hubungan Keluarga (Spiritual dan Family Relationship).
2. Kesehatan ( Health )
3. Pengembangan Diri ( Personal Growth )
4. Karir / Keuangan ( Career / Business / Financial )
5. Liburan ( Leisure )
6. Kemasyarakatan ( Social )

1.Rohani dan Hubungan Keluarga (Spiritual dan Family Relationship).

Area Rohani meliputi hubungan dengan Sang Pencipta, ibadah, sedekah, ritual, keyakinan, ketaatan, kekhusyuan, dan lain-lain.

Area Hubungan keluarga meliputi hubungan komunikasi suami istri, keluarga, anak, orang tua/mertua, calon pasangan hidup, rasa sayang, perhatian, cinta, dan lain-lain.

2. Kesehatan (Health).

Area ini meliputi kesehatan fisik, vitalitas, kebugaran, dan lain-lain.

3. Pengembangan diri (Personal Growth).

Area ini meliputi pengembangan diri, pertumbuhan pribadi, prestasi, belajar, kursus, ikut pelatihan, seminar, baca buku, kepercayaan diri, visi, disiplin, dan lain-lain.

4. Karir/Keungan  (Career / Business / Financial).

Area ini meliputi pekerjaan, bisnis, penghargaan, loyalitas, tunjangan, keuangan, omzet, income, profit, investasi, dan lain-lain.

5. Liburan / Kanikmatan Hidup (Leisure).

Area ini meliputi kenikmatan hidup, liburan, senang-senang, jalan-jalan, menyalurkan hobi, dan lain-lain.

6. Kemasyarakatan (Social).

Area ini meliputi kehidupan sosial, hubungan dengan tetangga, pertemanan, persahabatan, dan lain-lain.

Nah susun target impian Anda sesuai dengan harapan Anda.

Perbanyaklah ibadah dan sedekah, tingkatkan kualitas diri Anda untuk mencapai target impian Anda.

Semoga bermanfaat... Silahkan share.

Sumber : www.hermawantandi.com
Read more ...

MENGAPA ANAK PINTAR DISEKOLAH BISA ALAMI KESULITAN EKONOMI?

Oleh : Rhenaldi Khasali

Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitan menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.
Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu “ada main” dengan dosen-dosennya. “Karena mereka tak sepintar aku,” ujarnya.

Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar: kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit.

Mungkin inilah yang perlu dilakukan orangtua dan kaum muda: belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan.

Hadiah orangtua
Psikolog Stanford University, Carol Dweck, yang menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, menulis, “Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan“.

Ya, tantangan. Apakah itu kesulitan-kesulitan hidup, rasa frustrasi dalam memecahkan masalah, sampai kegagalan “membuka pintu”, jatuh bangun di usia muda. Ini berbeda dengan pandangan banyak orangtua yang cepat-cepat ingin mengambil masalah yang dihadapi anak-anaknya.
Kesulitan belajar mereka biasanya kita atasi dengan mendatangkan guru-guru les, atau bahkan menyuap sekolah dan guru-gurunya. Bahkan, tak sedikit pejabat mengambil alih tanggung jawab anak-anaknya ketika menghadapi proses hukum karena kelalaian mereka di jalan raya.
Kesalahan mereka membuat kita resah. Masalah mereka adalah masalah kita, bukan milik mereka.

Termasuk di dalamnya adalah rasa bangga orangtua yang berlebihan ketika anak-anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan rekan-rekannya di sekolah.

Berkebalikan dengan pujian yang dibangga-banggakan, Dweck malah menganjurkan orangtua untuk mengucapkan kalimat seperti ini: “Maafkan Ibu telah membuat segala sesuatu terlalu gampang untukmu, Nak. Soal ini kurang menarik. Bagaimana kalau kita coba yang lebih menantang?”
Jadi, dari kecil, saran Dweck, anak-anak harus dibiasakan dibesarkan dalam alam yang menantang, bukan asal gampang atau digampangkan. Pujian boleh untuk menyemangati, bukan membuatnya selalu mudah.

Saya teringat masa-masa muda dan kanak-kanak saya yang hampir setiap saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Kata reporter sebuah majalah, saya ini termasuk “bengal”. Namun ibu saya bilang, saya kreatif. Kakak-kakak saya bilang saya bandel. Namun, otak saya bilang “selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan”.

Begitu memasuki dunia dewasa, seorang anak akan melihat dunia yang jauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Dunia orang dewasa, sejatinya, banyak keanehannya, tipu-tipunya. Hal gampang bisa dibuat menjadi sulit. Namun, otak saya selalu ingin membalikkannya. Demikianlah, hal-hal sepele sering dibuat orang menjadi masalah besar.

Banyak ilmuwan pintar, tetapi reaktif dan cepat tersinggung. Demikian pula kalau orang sudah senang, apa pun yang kita inginkan selalu bisa diberikan.

Panggung orang dewasa
Dunia orang dewasa itu adalah sebuah panggung besar dengan unfair treatment yang menyakitkan bagi mereka yang dibesarkan dalam kemudahan dan alam yang protektif. Kemudahan-kemudahan yang didapat pada usia muda akan hilang begitu seseorang tamat SMU.

Di dunia kerja, keadaan yang lebih menyakitkan akan mungkin lebih banyak lagi ditemui. Fakta-fakta akan sangat mudah Anda temui bahwa tak semua orang, yang secara akademis hebat, mampu menjadi pejabat atau CEO. Jawabannya hanya satu: hidup seperti ini sungguh menantang.
Tantangan-tantangan itu tak boleh membuat seseorang cepat menyerah atau secara defensif menyatakan para pemenang itu “bodoh”, tidak logis, tidak mengerti, dan lain sebagainya. Berkata bahwa hanya kitalah orang yang pintar, yang paling mengerti, hanya akan menunjukkan ketidakberdayaan belaka. Dan pernyataan ini hanya keluar dari orang pintar yang miskin perspektif, dan kurang menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Dalam banyak kesempatan, kita menyaksikan banyak orang-orang pintar menjadi tampak bodoh karena ia memang bodoh mengelola kesulitan. Ia hanya pandai berkelit atau ngoceh-ngoceh di belakang panggung, bersungut-sungut karena kini tak ada lagi orang dewasa yang mengambil alih kesulitan yang ia hadapi.

Di Universitas Indonesia, saya membentuk mahasiswa-mahasiswa saya agar berani menghadapi tantangan dengan cara satu orang pergi ke satu negara tanpa ditemani satu orang pun agar berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat, atau kehabisan uang.
Namun lagi-lagi orangtua sering mengintervensi mereka dengan mencarikan travel agent, memberikan paket tur, uang jajan dalam jumlah besar, menitipkan perjalanan pada teman di luar negeri, menyediakan penginapan yang aman, dan lain sebagainya. Padahal, anak-anak itu hanya butuh satu kesempatan: bagaimana menghadapi kesulitan dengan caranya sendiri.

Hidup yang indah adalah hidup dalam alam sebenarnya, yaitu alam yang penuh tantangan. Dan inilah esensi perekonomian abad ke-21: bergejolak, ketidakpastian, dan membuat manusia menghadapi ambiguitas. Namun dalam kondisi seperti itulah sesungguhnya manusia berpikir. Dan ketika kita berpikir, tampaklah pintu-pintu baru terbuka, saat pintu-pintu hafalan kita tertutup.

Jadi inilah yang mengakibatkan banyak sekali orang pintar sulit dalam menghadapi kesulitan. Maka dari itu, pesan Carol Dweck, dari apa yang saya renungi, sebenarnya sederhana saja: orangtua, jangan cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak-anakmu. Sebaliknya, berilah mereka kesempatan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan.
Read more ...

Rabu, 16 Agustus 2017

JANGAN LUPAKAN SEJARAH-MARI KITA BANYAK BELAJAR DARI SEJARAH

PARA PEJUANG ITU ADALAH SANTRI......!

_(Nukilan patriotik)_

Santri pondok pesantren itu ampuh. Di tanah Jawa ini, yang paling ditakuti (penjajah) Belanda adalah santri dan tarekat (thoriqoh).

Ada seorang santri yang juga penganut thoriqoh, namanya Abdul Hamid. Ia lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH. Hasan Besari. (KH Hasan Besari adalah peletakdasar pendirian Pesantren Gontor).

Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kyai Taftazani Kertosuro. Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH Baidlowi Bagelen yang dikebumikan di Glodegan, Bantul, Jogjakarta. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.

Di daerah eks-Karesidenan Kedu (Temanggung, Magelang, Wonosobo, Purworejo, Kebumen), nama KH. Nur Muhammad yang masyhur ada dua, yang satu KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang dan satunya lagi KH. Nur Muhammad Alang-alang Ombo, Pituruh, yang banyak menurunkan kyai di Purworejo.

Abdul Hamid sangat berani dalam berperang melawan penjajah Belanda selama 5 tahun, 1825-1830 M.

Abdul Hamid wafat dan dikebumikan di Makassar, dekat Pantai Losari. Abdul Hamid adalah putra Sultan Hamengkubuwono ke-III.

Abdul Hamid patungnya memakai jubah dipasang di Alun-alun kota Magelang. Menjadi nama Kodam dan Universitas di Jawa Tengah. Terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro.

Belanda resah menghadapi perang Diponegoro. Dalam kurun 5 tahun itu, uang kas Hindia Belanda habis, bahkan punya banyak hutang luar negeri.

Nama aslinya Abdul Hamid. Nama populernya Diponegoro.
Adapun nama lengkapnya adalah Kyai Haji (KH) Bendoro Raden Mas Abdul Hamid Ontowiryo Mustahar Herucokro Senopati Ing Alogo Sayyidin Pranotogomo Amirul Mu’minin Khalifatullah Tanah Jawi Pangeran Diponegoro Pahlawan Goa Selarong.

Maka jika Anda pergi ke Magelang dan melihat kamar Diponegoro di eks-Karesidenan Kedu, istilah sekarang di Bakorwil, ada 3 peninggalan Diponegoro: al-Quran, Tasbeh dan Taqrib (kitab Fath al-Qarib).

Kenapa Al-Quran? Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? Diponegoro seorang ahli dzikir, dan bahkan penganut thoriqoh.

Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan mengatakan bahwa Diponegoro seorang mursyid Thoriqoh Qadiriyyah. Selanjutnya yang ketiga, Taqrib matan Abu Syuja’, yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren bermadzhab Syafi'i.

Saya sangat menghormati dan menghargai orang yang berbeda madzhab dan pendapat. Akan tetapi, tolong, sejarah sampaikan apa adanya.

Jangan ditutup-tutupi bahwa Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafi’i. Maka 3 tinggalan Pangeran Diponegoro ini tercermin dalam pondok-pondok pesantren.

Dulu ada tokoh pendidikan nasional bernama Douwes Dekker. Siapa itu Douwes Dekker? Danudirja Setiabudi.

Mereka yang belajar sejarah, semuanya kenal. (Leluhur) Douwes Dekker itu seorang Belanda yang dikirim ke Indonesia untuk merusak bangsa kita.

Namun ketika Douwes Dekker berhubungan dengan para kyai dan santri, mindset-nya berubah, yang semula ingin merusak kita justru bergabung dengan pergerakan bangsa kita.

Bahkan kadang-kadang Douwes Dekker, semangat kebangsaannya melebihi bangsa kita sendiri.

Douwes Dekker pernah berkata dalam bukunya:
“Kalau tidak ada kyai dan pondok pesantren, maka patriotisme bangsa Indonesia sudah hancur berantakan.”

Siapa yang berbicara? Douwes Dekker, orang yang belum pernah nyantri di pondok pesantren.

Seumpanya yang berbicara saya, pasti ada yang berkomentar: "Hanya biar pondok pesantren laku."

Tapi kalau yang berbicara orang “luar”, ini temuan apa adanya, tidak dibuat-buat. Maka, kembalilah ke pesantren.

Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) itu adalah santri.
Tidak hanya Diponegoro anak bangsa yang dididik para ulama menjadi tokoh bangsa.

Di antaranya, di Jogjakarta ada seorang kyai bernama Romo Kyai Sulaiman Zainudin di Kalasan Prambanan.
Punya santri banyak, salah satunya bernama Suwardi Suryaningrat.

Suwardi Suryaningrat ini kemudian oleh pemerintah diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional yang terkenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.

Jadi, Ki Hajar Dewantara itu santri, ngaji, murid seorang kyai.
Sayangnya, sejarah Ki Hajar mengaji al-Quran tidak pernah diterangkan di sekolah-sekolah, yang diterangkan hanya _Ing Ngarso Sun Tulodo_,
_Ing Madyo Mangun Karso_,
_Tut Wuri Handayani_.
Itu sudah baik, namun belum komplit. Belum utuh.

Maka nantinya, untuk rekan-rekan guru, mohon diterangkan bahwa Ki Hajar Dewantara selain punya ajaran Tut Wuri Handayani, juga punya ajaran al-Quran al-Karim.

Sayyid Husein al-Mutahhar adalah cucu nabi yang patriotis.
Malah-malah, ketika Indonesia merdeka, ada sayyid warga Kauman Semarang yang mengajak bangsa kita untuk bersyukur.

Sang Sayyid tersebut menyusun lagu Syukur. Dalam pelajaran Sekolah Dasar disebutkan Habib Husein al-Mutahar yang menciptakan lagu Syukur.

Beliau adalah Pakdenya Habib Umar Muthahar SH Semarang. Jadi, yang menciptakan lagu Syukur yang kita semua hafal adalah seorang sayyid, cucu baginda Nabi Saw. Mari kita nyanyikan bersama-sama:

*Dari yakinku teguh*
*Hati ikhlasku penuh*
*Akan karuniaMu*
*Tanah air pusaka*
*Indonesia merdeka*
*Syukur aku sembahkan*
*Ke hadiratMu Tuhan*

Itu yang menyusun cucu Nabi, Sayyid Husein Muthahar, warga Kauman Semarang. Akhirnya oleh pemerintah waktu itu diangkat menjadi Dirjen Pemuda dan Olahraga.

Terakhir oleh pemerintah dipercaya menjadi Duta Besar di Vatikan, negara yang berpenduduk Katholik.

Di Vatikan, Habib Husein tidak larut dengan kondisi, malah justru membangun masjid. Hebat.

Malah-malah, Habib Husein Muthahar menyusun lagu yang hampir se-Indonesia hafal semua.

Suatu ketika Habib Husein Muthahar sedang duduk, lalu mendengar adzan shalat Dzuhur.

Sampai pada kalimat hayya 'alas sholâh, terngiang suara adzan. Sampai sehabis sholat berjamaah, masih juga terngiang.

Akhirnya hatinya terdorong untuk membuat lagu yang cengkoknya mirip adzan, ada “S”nya, “A”nya, “H”nya. Kemudian pena berjalan, tertulislah:

*17 Agustus tahun 45*
*Itulah hari kemerdekaan kita*
*Hari merdeka Nusa dan Bangsa*
*Hari lahirnya Bangsa Indonesia*
*Merdeka*
*Sekali merdeka tetap merdeka*
*Selama hayat masih di kandung badan*
*Kita tetap setia, tetap setia*
*Mempertahankan Indonesia*
*Kita tetap setia, tetap setia*
*Membela Negara kita*.

Maka peran para kyai dan para sayyid tidak sedikit dalam pembinaan patriotisme bangsa.

Jadi, Anda jangan ragu jika hendak mengirim anak-anaknya ke pondok pesantren.

Malahan, Bung Karno, ketika mau membaca teks proklamasi di Pegangsaan Timur Jakarta, minta didampingi putra kyai.

Tampillah putra seorang kyai, dari kampung Batuampar, Mayakumbung, Sumatera Barat. Siapa beliau?

H. Mohammad Hatta putra seorang kyai. Bung Hatta adalah putra Ustadz Kiai Haji Jamil, Guru Thoriqoh Naqsyabandiyyah Kholidiyyah.

Sayang, sejarah Bung Hatta adalah putra kyai dan putra penganut thoriqoh tidak pernah dijelaskan di sekolah, yang diterangkan hanya Bapak Koperasi.

Mulai sekarang, mari kita terangkan sejarah dengan utuh. Jangan sekali-kali memotong sejarah.

Jika Anda memotong sejarah, suatu saat, sejarah Anda akan dipotong oleh  Allah Swt.
Akhirnya, Bung Hatta menjadi Wakil Presiden pertama.

Pesan Penting Bagi Santri, Belajar dari Mbah Mahrus Aly.

Maka, jangan berkecil hati mengirim putra-putri Anda di pondok-pesantren.

Santri-santri An-Nawawi di tempat saya, saya nasehati begini:
“Kamu mondok di sini nggak usah berpikir macam-macam, yang penting ngaji dan sekolah. Tak usah berpikir besok jadi apa, yang akan menjadikan Gusti Alloh."

Ketika saya dulu nyantri di Lirboyo, tak berpikir mau jadi apa, yang penting ngaji, nderes (baca al-Qur'an), menghafalkan nadzoman kitab dan sholat jamaah.

Ternyata saya juga jadi manusia, malahan bisa melenggang ke gedung MPR di Senayan.
Tidak usah dipikir, yang menjadikan Gusti Alloh.

Tugas kita ialah melaksanakan kewajiban dari Alloh Swt. Alloh mewajibkan kita untuk menuntut ilmu, kita menuntut ilmu.

Jika kewajiban dari Alloh sudah dilaksanakan, maka Alloh yang akan menata. Jika Alloh yang menata sudah pasti sip, begitu saja. Jika yang menata kita, belum tentu sip.

Perlu putra-putri kita dalam menuntut ilmu, berpisah dengan orangtua, untuk nyantri di Pondok Pesantren.

KH. Mahrus Aly Lirboyo pernah dawuh:
“Nek ngaji kok nempel wongtuo, ora temu-temuo.”
(Jika mengaji masih bersama dengan orangtua, tidak akan cepat dewasa).

Maka masukkanlah ke pesantren, biar cepat dewasa pikirannya.

*Copas dari teman, tulisan seorang tokoh.*

*Merdeka - Merdeka - Merdeka!*
اللهم صل على سيدنا محمد
🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Read more ...

Jumat, 14 Juli 2017

Mengajar Dengan Jiwa

🌾Dalam sebuah forum seorang ustadz bertanya kepada KH. Abdullah Syukri Zarkasyi (Pengasuh Pon-Pes Gontor).
*Apa rahasia agar institusi pendidikan maju dan diminati masyarakat ?*

Kyai Syukri tersenyum dan tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. Kemudian beliau menjawab dg pepatah arab yang masyhur terkait dengan guru dan pembelajaran:

المادة مهمة ولكن الطريقة اهم من المادة

"Materi Pembelajaran adalah sesuatu yang penting, *tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting daripada materi pembelajaran.*"

Jadi, sebagus apa pun materi pembelajaran,  namun jika metode pembelajarannya kurang baik,  maka hasilnya kurang maksimal.
Lalu beliau melanjutkan dgn bait berikutnya....

الطريقة مهمة ولكن المدرس اهم من الطريقة

_"Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting,_ *tetapi guru jauh lebih penting daripada metode pembelajaran."*

Sehingga, sebagus apa pun metode pembelajaran,  tetapi jika guru yang bersangkutan tidak mampu mengajar dengan metode tersebut, maka hasilnya pun sama, tidak akan maksimal.
Kemudian beliau menyampaikan ungkapan yang sangat inspiratif, yaitu:

المدرس مهم ولكن روح المدرس اهم من المدرس

_"Guru adalah sesuatu yang penting, tetapi_ *jiwa guru jauh lebih penting* _dari seorang guru itu sendiri."_

Ungkapan yang sangat luar biasa!
 *Jiwa Guru* jauh lebih penting! Ya,  kekuatan batin,  _lebih didahulukan daripada kekuatan dzohir._

Kyai Syukri menjelaskan bahwa *cara  membangun jiwa adalah dengan meningkatkan kedekatan kita kepada Allah (اَلتَّقَرُبُ إلى اللّٰه )*. _Dengan melakukan amalan-amalan wajib,  ditambah dan disempurnakan dengan amalan-amalan sunnah._

_Bayangkan jika kita..._

🌿 *_mengajar dgn 'jiwa'_*

🌿 *_Niat kita ikhlas dalam mengajar,_* membimbing dan mendidik murid, ikhlas dalam menasehati,

🌿 *_disiplin ketika mengajar_*, dalam kehadiran, menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran

🌿 *_berakhlak baik kepada murid,_*

🌿 *_mendoakan mereka di setiap selesai sholat_* kita atau bahkan...mendoakan mereka di sepertiga malam-malam kita.
Insya Allah Ilmu dan nasehat-nasehat yang kita berikan terpancar murni dari relung hati & jiwa.
Maka para murid akan lebih mudah menerima ilmu dan nasehat-nasehat kita. *Karena yang berasal dari jiwa, akan diterima oleh jiwa. Yang bersumber dari hati,  akan diterima oleh hati.*
Pembelajaran kita di kelas akan penuh makna, para murid akan selalu mengenang kita sebagai guru yang luar biasa dan pahala yang besar telah menanti kita di akhirat nanti.aamiin

Semoga bermanfaat.
Read more ...

INILAH KURIKULUM PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA!

Sebuah Inspirasi untuk mendidik anak-anak masa depan

Seorang Ustadz berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Untuk mencari sistem pendidikan terbaik, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka di sana.

Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.

Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas.

👨‍🎓 Rektor menjawab, :
📝 Paling bawah mulai dari SD selama 6 tahun
📝 SMP 3 tahun
📝SMA 3 tahun
📝Diploma 3 selama 3 tahun atau
📝S1 selama 4 tahun
📝S2 sekitar 1.5 - 2 tahun
📝dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi."

👳‍♀ "Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya?" Tanya Sang Ulama.

👨‍🎓 "Iya!!!" , jawab rektor tersebut.

👳‍♀ "Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat?" Tanya kembali Sang Ulama.

👨‍🎓"Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya."

"Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami." Jawab si rektor.

👳‍♀  "Jika Lulus SMP bagaimana?"

👨‍🎓"Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service,"  jawab kembali si rektor.

👳‍♀ "Kalau SMA bagaimana?"

👨‍🎓"Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan" lanjut si rektor.

👳‍♀ "Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana?" Bertanya kembali Sang Ulama.

👨‍🎓"Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan"  kata si rektor.

👳‍♀ "Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 atau menempuh pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya?"
Tanya kembali sang Ulama.

👨‍🎓"Iya betul !!!!" jawab si rektor.

👳‍♀ "Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan!"

〰〰〰〰 🕌

"Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur'an, apakah bisa hapal 30 juz?" Tanya Sang Ulama.

"In syaa Allah bisa"  jawab si rektor dengan yakin.

"Apakah ada hafidz Qur'an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD?"
Kembali tanya Sang Ulama.

"Tidak ada !!!", jawab si rektor.

"Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadis apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun?"

"Bisa !!!", jawab si rektor.

"Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur'an 30 juz dan ratusan hadis menjadi OB atau cleaning service?"

"Tidak ada !!!", jawab kembali si rektor.

"Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur'an, apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur'an, hapal hadis dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator di pabrik?" Tanya kembali ulama tersebut.

"Tidak ada !!!"_, jawab si rektor.

Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.

"Anda mulai paham maksud Saya?"_

"Ya !!!"_, jawab si rektor.

"Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu?"

"Kurang lebih 2-3 jam" jawab si rektor.

Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor...

"jika Anda ingin mencetak GENERASI YANG CERDAS, BERMARTABAT, BERMANFAAT bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan PEKERJAAN YANG LAYAK setelah lulus nanti, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda dari ORIENTASI DUNIA menjadi mengutamakan ORIENTASI AKHIRAT karena jika Kita berfokus pada akhirat in syaa Allah dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.

Pelajari Al-Qur'an karena orang yang mempelajari Al-Qur'an, ALLAH akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya.

"Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafidz Qur'an di negara Anda atau di negara manapun yang berprofesi sebagai tukang sapu atau buruh lepas walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi karena ALLAH yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur'an. Hafidz Qur'an adalah salah satu karyawan ALLAH dan ALLAH sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. "

"Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan."

Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut.

Mari kita didik diri dan keluarga kita dengan Sistem Pendidikan Terbaik.

Semoga bermanfaat, dan dapat dijadikan rujukan bagi guru dan orang tua kaum muslimin.

SILAHKAN DISHARE! 🕌
Agar semakin banyak yang  terinspirasi untuk mempelajari dan menghapal
Al-Qur'an dan
As-sunnah.

Salam Ukhuwah 🕌
Read more ...

Sabtu, 04 Februari 2017

SUAMIKU MILIK IBUNYA

Berpuluh kali membaca postingan ini, tidak akan bosan. Subhanallah...

Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.
Dari matanya yang sembab dan merah,ibunya sudah tahu kalau Sarah pasti habis bertengkar lagi dengan suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.
Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh di dalam mobil.
Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??

Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

*"Sarah...,Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah dilaknat Allah dan para MalaikatNya', karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"*

Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan. Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.

*"Yang kedua, mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya. Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu. Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga. Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh"*, lanjut ayahnya.

"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita. Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama. Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang memilikinya".

"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu. Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
*"Sarah..., kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.*

*Jika suamimu ridho padamu, maka Allah pun Ridho.*

*Sedangkan suamimu, ia wajib taat kepada ibunya.*

Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan sampai kamu menjadi penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".

*"Suamimu, dan harta suamimu adalah milik ibunya".*
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya. Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.

• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja untuk keluarga barunya.
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.

"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu.
Kenapa?
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.
Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".

"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana. Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
*"Uang itu diberikan untuk ibunya.* Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan. Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.
Sarah juga sangat menjaga penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.
Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan.
Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.

*"Sarah...*
*• kembalilah ke rumah suamimu.*
*Ia orang baik nak...*
*• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.*
*• Bantu suamimu menggapai surganya,* *dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".*

Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.

Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.

Sarahpun pulang menghadap suaminya dan sambil menangis memohon maaf kepada suaminya atas prasangka yang salah selama ini.

Di lain hari, Sarah pun mengikiti suaminya bersilaturahmi kepada ibu kandung suaminya alias mertua dirinya.

Suaminya meneteskan air mata menatap istrinya yang di tangan istrinya tertenteng 4 liter minyak goreng untuk mertuanya.
Tetesan air mata suami bukan masalah jumlah liternya tapi karena perubahan istrinya yang senang dan nampak ikhlas hendak datang kepada orangtuanya alias mertua istrinya.

Seterusnya Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.
Sesekali waktu, Sarah bukan mengajak suaminya ke mall tapi minta anjangsana ke rumah mertuanya dan juga orang tuanya.
Subhanallah....

Kirimkan kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada orang yang mau mencoba dan mengambil manfaat dari kisah ini, sehingga anda pun akan mendapatkan pahala.
In sya Allah... Barakallahu fiikum
🙏🙏[semoga para istri tetap mendukung suaminya tuk berbakti pada ibunya.

*Semoga kita dituntun oleh Allah sbg anak yg berbakti pada orang tua,*
*Aamiin.
Read more ...

Minggu, 29 Januari 2017

Ku Sayang Ibu

Ini adalah kisah nyata yang dialami oleh salah satu motivator Indonesia, Jamil Azzaini

HARI itu, saya menggunakan jasa taxi, Blue Bird. Begitu saya naik taxi sang driver menyapa dengan kata-kata yang lembut dan bahasa tubuh yang mengesankan.

Semakin saya ajak ngobrol, saya semakin “jatuh cinta” dengan driver itu. Dalam hati saya bergumam, “Pasti ada sesuatu di dalam diri driver ini sehingga pribadinya begitu mempesona. Saya ingin banyak belajar dengan driver ini.”

Agar punya kesempatan yang lebih luas untuk ngobrol, driver ini saya ajak makan siang di salah satu restoran kesukaan saya di Bogor. Awalnya dia menolak, tetapi setelah saya “paksa” akhirnya ia bersedia menemani saya.

Ketika saya tanya mau pesan apa, dia menjawab, “Terserah bapak.” Driver itu saya pesankan menu sama persis dengan pesanan saya: Sate kambing tanpa lemak dan sop kambing, masing-masing satu mangkok.

Sebelum makan saya bertanya, “Tinggal dimana?” Dia menjawab, “Balaraja Tangerang.”

“Berapa jam perjalanan ke pool?” sambung saya.

Diapun menjawab, “Empat jam.” Saya terkejut, “Hah! Empat jam? Pergi pulang delapan jam. Kenapa gak nginep saja di pool?” Dia segera menjawab, “Saya harus menjaga ibu saya.”

“Menjaga ibu?” batinku. Bagaimana mungkin menjaga ibu, sampai rumah jam 23.30 berangkat kerja jam 03.30 dini hari?

Untuk mengurangi rasa penasaran, kemudian saya bertanya lagi, “Bukannya sampai rumah ibu sudah tidur, berangkat ibu belum bangun?”

Dengan agak terbata dia menjawab, “Setiap saya berangkat ibu sudah bangun. Saya hanya ingin mencium tangan ibu setiap pagi sebelum berangkat kerja, sambil berdo'a semoga saya bisa membahagiakan ibu.”

Jawaban itu menusuk sanubariku, hanya sekedar mencium tangan ibu dan mendo'akannya ia rela menempuh perjalanan delapan jam setiap hari.

Sayapun ke belakang sejenak menghapus air mata yang mengalir di pipi.

Kemudian saya bertanya lagi, “Apa yang kamu lakukan untuk membahagiakan ibu?”

Dengan lembut ia menjawab, “Saya sudah daftarkan umroh di kantor.”

“Maksudnya?” seru saya. Ia menjawab, “Kalau saya berprestasi dan tidak pernah mangkir kerja, saya berpeluang mendapat hadiah umroh dari kantor. Bila saya menang, hadiah *umroh* itu akan saya berikan kepada ibu tercinta.”

Mendengar jawaban itu saya menarik napas panjang. Dengan nada agak bergetar ia melanjutkan, “Setiap hari saya pulang agar bisa mencium tangan ibu dan mendo'akannya agar ia bisa pergi *umroh*. Saya benar-benar ingin membahagiakan ibu saya.” Mendengar jawaban itu, haru dan malu bercampur menjadi satu. Air matapun mengalir deras di pipiku.

Malu karena pengorbananku untuk ibuku kalah jauh dengan driver taxi ini.

Bila selama ini saya yang membuat peserta training berkaca-kaca. Hari ini Asep Setiawan, driver taxi itu, yang membuatku menangis tersedu. Dia telah menjadi trainer dalam kehidupanku.

Ya, Asep Setiawan telah menjadi trainerku… bukan melalui kata-katanya tetapi melalui tindakannya.

Buat rekan rekan yg belum berkirim kabar buat Ibu atau sekedar telepon masak apa hari ini dan basa basi ringan.

Segeralah telpon atau sms beliau. Semoga ada keberkahan dan keridhaan dari Ibu kita tercinta.

Bagi yang bundanya telah kembali menghadap Sang Khalik. Berhentilah sejenak dan luangkan untuk memanjat kan do'a untuk nya saat ini atau saat beribadah nanti.

*sebuah contoh keteladanan yang luar biasa*. ..
Read more ...

Senin, 23 Januari 2017

UMUR BIOLOGIS VS UMUR KONTRIBUSI


Setiap dari kita insya Allah pasti pakai jam tangan, dan setiap dari kita pasti akan mengatur waktu kita. Ternyata, tentang jam ini, tentang waktu ini, ada ceritanya. Salah satunya yang disampaikan oleh Al Imam Muhammad bin Idris Assyafii, beliau mengatakan : “Innamal umr, umron, al umr al jasadi, wal umr al ilmi wal musahabah, sesungguhnya waktu itu ada 2 jenis, yang pertama adalah waktu atau umur kita sesuai dengan akte lahir alias umur biologis, dan yang kedua adalah umur kontribusi, umur ilmu dan umur partisipasi kita di masyarakat”.

Nah sekarang kita tinggal bertanya, bagaimana dengan umur kontribusi dan umur partisipasi kita. Mungkin umur kita secara biologis sudah mencapai 45 tahun, secara KTP (biologis) sudah mencapai 45 tahun. Tetapi selama 45 tahun ini, kita dan termasuk saya sendiri jarang membaca buku, membaca kalau pas mau ujian saja atau pas mau ngajar saja, atau mungkin tidak pernah membaca buku sama sekali (hanya sibuk copy paste di sosmed), kita jarang membuka disiplin ilmu kita, apakah akutansi, hukum, bahasa, demikian juga ilmu-ilmu yang lain, kita jarang menambah keilmuan kita, kita-pun, jarang membaca buku-buku agama dan firman Allah. Kalau ada yang minta sumbangan ke tempat kita, kita katakan “mohon maaf”, kalau ada orang lain yang terkena musibah, kita-pun lambat untuk membantu.

Boleh jadi, umur kita sudah mencapai 25 tahun secara KTP (biologis), tetapi umur ilmu kita ternyata baru 15 tahun…! tetapi sebaliknya, bisa jadi umur kita itu baru 18 tahun, tetapi tiada hari tanpa Al-Quran, tiada hari tanpa membaca, tiada hari tanpa memberi sekalipun hanya 1000 atau 500 rupiah dan tiada hari tanpa berpartisipasi di lingkungan kita, mungkin walaupun umurnya 18 tahun, dia secara kontribusi sudah mencapai 25 tahun.

Salah satu contohnya, tidak ada kaum muslimin yg tidak mengenal Imam Al Ghozali, kira-kira Imam Al Ghozali itu umurnya berapa tahun ? ternyata secara biologis, Imam Al Ghozali itu umurnya hanya 55 tahun, tetapi secara keilmuan beliau masih hidup hingga hari ini, bahkan insya Allah masih hidup sampai yaumul qiyamah.
Contoh yang lain, semua pesantren atau bahkan kita semua pasti mengenal Imam Nawawi, kira-kira umurnya berapa tahun ? ternyata hanya 45 tahun, tetapi karena beliau berkontribusi, karena menulis, beliau masih hidup sampai hari ini.

Tidak usah jauh-jauh, Buya Hamka, sudah lama meninggal, tetapi karena beliau menulis, karena ada tafsir Al Azhar, karena ada masjid, karena ada sekolah, beliau masih hidup sampai hari ini dan insya Allah masih hidup sampai yaumul qiyamah.
Orang yang malas dan pasif mungkin saja umurnya sudah 40 tahun..! tetapi karena dia malas pasif, umur kontribusinya mungkin hanya 20 tahun atau bahkan hanya 10 tahun.

Nah kita tinggal bertanya, berapa umur kita secara biologis dan berapa umur kita secara kontribusi.  Wallahu A’lam.
Read more ...

TUA ITU PASTI, DEWASA ITU PILIHAN



        Setiap manusia pastinya selalu mengalami perubahan pada dirinya dari mulai balita sampai dewasa dan semua manusia pasti nantinya akan menjadi tua. Saat ini seseorang dapat dikatakan dewasa atau tidak,  tetapi seseorang pasti akan menjadi tua.
Banyak orang yang mengatakan bahwa dewasa itu adalah fase setelah kita melewati masa remaja (kurang lebih ketika umur sudah mencapai 18-22 tahun). Tetapi ada juga yang mengatakan kalau dewasa itu adalah proses di mana seseorang bisa mengontrol dirinya sendiri,  baik secara mental maupun secara emosional.
          Masalahnya sekarang adalah, terkadang dari kita semua tidak pernah sadar bahwa sebenarnya kita semua itu dituntut untuk menjadi dewasa. Kita sering menghindari proses pendewasaan atau bahkan kita tidak siap untuk menjadi dewasa. Memang banyak ilmu yang menjelaskan bagaimana cara kita untuk menjadi dewasa, apa saja yang harus dipersiapkan dan lain sebagainya. Akan tetapi, pertanyaannya sekarang adalah "apakah kita semua sudah siap untuk menjadi seorang yang dewasa".
            Dewasa itu adalah sebuah hasil dari proses pendewasaan kita. Tugas kita sekarang adalah bagaimana kita bisa menjadikan diri kita untuk menjadi dewasa yang sebenarnya dan sesuai dengan apa yang kita dan orang lain inginkan, Memang umur menjadi salah satu indikator seseorang untuk dikatakan dewasa. Tetapi, dibalik itu semua ada sebuah "syarat khusus" yang harus kita penuhi untuk menjadi seorang yang dikatakan dewasa itu, yaitu "sudah siapkah kita untuk menjalani proses pendewasaan dan sudah pantaskah kita dikatakan dewasa." Tidak sedikit kita lihat di kehidupan kita beberapa masyarakat yang secara umur sudah dikatakan dewasa, akan tetapi secara psikologis belum dikatakan dewasa karena sikapnya,mentalnya dan lain sebagainya. Sehingga akan muncul pertanyaan "apakah dia sudah menjalankan proses pendewasaan?".
         Ada kesalahpahaman di diri kita ketika hanya memandang dewasa pada satu sisi saja seperti umur,fisik dan lain sebagainya dan kesalahpahaman inilah yang membuat kita terkekang dalam melakukan proses pendewasaan. Padahal, indikator seseorang bisa dikatakan dewasa (menurutku) adalah ketika seseoarang itu sudah bisa melakukan "apa yang seharusnya dia lakukan/tidak lakukan". Karena aku percaya bahwa sebenarnya dewasa itu adalah sebuah proses dan pilihan bagi setiap manusia untuk menjalankannya. Dan  juga percaya bahwa dewasa itu tidak hanya berada pada umur/fisik, tapi ada banyak aspek yang bisa kita jadikan patokan untuk menyatakan dewasa seperti: 1) Dewasa dalam berfikir, 2) Dewasa dalam bertindak, 3) Dewasa dalam berbuat, 4) Dewasa dalam berinteraksi dengan orang lain, 5) Dewasa mengurusi dirinya sendiri (mandiri) dan masih banyak lagi. Dan aku juga percaya, setiap orang pasti memiliki kedewasaannya masing-masing dan itu berupa proses. Demikian sebaliknya, jika ada orang yang masih merasa bahwa ia tidak perlu bertanggung jawab atas segala pemikiran, sikap dan tingkah lakunya, maka ia juga belum tergolong dewasa, karena berarti ia masih mencari kambing hitam atas segala akibat dari pemikiran, sikap dan tingkah lakunya. Nah, dimanakah posisi kita? Tergolong yang manakah kita? Mari kita mulai tentukan sendiri, tidak usah menunggu orang lain (katanya sudah dewasa?)
Konsekuensi logis dari pemahaman kita akan kebebasan memilih sebenarnya sangat luar biasa. Ada banyak hal yang bisa kita raih, ketika kita telah benar-benar memahaminya, yaitu salah satunya adalah kita dapat benar-benar mengeluarkan seluruh potensi terpendam kita. Diana Whitney & Amanda Trosten Bloom dalam bukunya the Power of Appreciative Inquiry (4 prinsip perubahan positif dalam organisasi) menyatakan bahwa paling tidak ada enam syarat yang diperlukan bagi pembebasan kekuatan. Syarat-syarat tersebut dikenal dengan enam kebebasan, yaitu yang meliputi kebebasan untuk dikenal dalam hubungan; kebebasan untuk didengar; kebebasan untuk bermimpi dalam komunitas, kebebasan untuk memilih dalam berkontribusi; kebebasan untuk bertindak dengan dukungan; dan kebebasan untuk menjadi positif. Nah, inilah yang harus senantiasa kita pahamkan dalam diri kita, yaitu bahwa kita lahir ke dunia ini dengan kebebasan penuh untuk menjadi apa saja yang kita mau, bahkan untuk merubah dunia sekalipun.
Oleh karena itu, sudah saatnya bagi kita untuk tidak lagi terlalu mudah menyalahkan lingkungan atas kekurangsempurnaan prestasi kita, untuk tidak lagi terlalu gampang mengkambinghitamkan sistem pendidikan atas keterbatasan pemikiran kita. Karena semua ternyata kembali ke diri kita sendiri kok. Mari kita lihat, apakah ada jaminan orang yang kaya pasti lebih pintar dari orang miskin? Tidak bukan? Apakah ada jaminan bahwa orang kota pasti lebih sukses dari orang desa? Tidak bukan? Artinya faktor-faktor di luar diri kita jangan lagi dijadikan kambing hitam atas kekurangsempurnaan prestasi kita apalagi atas kegagalan kita          Dan benar bahwa menjadi tua itu pasti dan menjadi dewasa itu pilihan. Untuk mencapai predikat "dewasa", kita harus menjalani yang namanya proses pendewasaan dan proses pendewasaan itu terjadi di mana-mana tinggal kita siap atau tidak menghadapinya. Dan terakhir, semua orangi itu berhak untuk menjadi dewasa, sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak menjadi dewasa,  tinggal diri kita sendiri yang siap atau tidak menjadi dewasa.


Read more ...

UJIAN HIDUP, TAK SEMUDAH UJIAN NASIONAL

 

Tidak terasa anak-anakku yang sekarang kelas XII. Sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional (UN), hingga detik ini masih menjadi momok bagi mereka. Sekalipun tidak menentukan kelulusan. Jika ditanyakan: _*sudah siapkah, kalian menghadapi UN*_?” Kompak satu kelas, bagaikan paduan suara menjawab, “_*beluuuuuuùm*_”. Lalu pertanyaan selanjutnya, apa upaya yang kalian lakukan untuk mempersiapkannya? Mereka menjawab sekenanya. Yang intinya mereka tidak jelas, apa yang harus dipersiapkan.
  Itulah kenyataan bahwa, sudah tahu jika ada tantangan di depan mata, mestinya ada upaya untuk mempersiapkan. Minimal membuat rencana dalam mempersiapkan UN. Karena ada ungkapan yang berbunyi sebagai berikut, “_*berhasil membuat rencana, berarti merencanakan keberhasilan*”. Sebaliknya, _*gagal membuat rencana, berarti merencanakan kegagalan*_. Akhirnya, kali ini saya membimbing mereka untuk membuat rencana dalam menghadapi UN.  Semoga selain mereka merencanakan sukses UN, juga sukses mengarungi dunia ini dengan bekal iman dan Islam. Di akhirat kelak surgalah tempat yang layak.

*Juga Menimpa Kita Loh...*

  Fenomena tersebut d iatas, juga terjadi pada kita. Khususnya ketika menjalani kehidupan. Dalam menghadapi kehidupan yang fana ini, sudah jelas kita akan melewati tantangan berupa kematian yang hal tersebut bisa terjadi sewaktu-waktu. Muncul pertanyaan pada kita, sudah siapkah kita menghadapi kematian, tersebut? Lantas, apa rencana dalam menghadapi kematian tersebut? Sungguh inilah perenungan mendalam bagi seorang muslim. Lebih-lebih pejuang Islam yang saat ini sedang dalam beragam ujian.
  Karenanya tiada salah bagi kita untuk menyiapkan bekal terbaik. Kelak kita akan bangga bahwa kita telah menanam di dunia ini dengan amal kebajikan. Kemudian di akhirat kita akan memanen dan berharap _*jannah firdaus*. Alhamdulillah. Berikut kiranya beberapa hal yang dapat dilakukan;
  _*Satu*_, _*Taubat*_. Manusia bukanlah makhluk yang ma’shum yakni terbebas dosa. Manusia sedikit atau banyak sering terjatuh pada kemaksiatan. Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang mengetahui itu. Selama nyawa belum berada di tenggorokan dan matahari terbit dari barat, Allah Swt membuka pintu taubat. Sebagaimana firman-Nya:
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui (Ali ‘imran: 135)
  _*Kedua*_, menjaga keimanan dan amal soleh*_. Iman merupakan syarat sukses di dunia dan akhirat. Tanpa iman sama halnya manusia tidak bersyukur kepada Allah Swt sebagai Pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan. Menjaga iman ini dapat dilakukan dengan menuntut ilmu lalu mengamalkannya dalam kehidupan. Lebih-lebih jika mau mendakwahkan dan melanjutkan kehidupan Islam. Iman, Islam, dan ikhlas pula syarat diterimanya suatu amal manusia. Sebagaimana firman Allah Swt:
“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya” (Al Baqoroh: 82)
  _*Ketiga*_, menghindari amal salah*_. Hidup adalah pilihan. Ada baik dan buruk. Ada hina dan bahagia. Ada terpuji dan tercela. Akal yang telah diberikan Allah Swt hendaknya dimaksimalkan dengan baik untuk beramal. Berfikir sebelum bertindak adalah pilihan terbaik. Untuk menentukan baik dan buruk tidak dapat diserahkan kepada akal. Penyerahan terbaik adalah kepada syariah. Karena Allah Swt telah mentukan halal dan haram. Berpegang teguh pada lima standar perbuatan: wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram adalah inti dari itu semua.

*Inilah Rencanaku*

  Kiranya, jika siswa-siswi kelas XII sudah menyiapkan diri dengan ikut bimbel, les privat, dan try out dengan sungguh-sungguh. Maka manusia begitu pula ketika hidup di dunia pun harus merencanakan dengan memiliki visi-misi di planet ini. Rencana yang harus dilakukan agar suskses yaitu dengan memperkuat kepribadian Islam. Caranya meningkatkan pola pikir Islami dengan mengkaji, membaca, dan menuntut ilmu. Serta meningkatkan pola sikap Islami dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah wajib dan sunnah. Niscaya tahapan itu mampu menghantarkan pada kebaikan kita.
  Wahai murid-muridku, hidup itu tak semudah ujian nasional. Tidak lulus UNAS masih bisa mengulang, namun jika tak lulus dalam kehidupan tak ada waktu pengulangan. Jika engkau sungguh-sungguh ingin lulus UNAS. Maka engkau juga harus sungguh-sungguh dalam menjalani hidup dengan ketiga resep dari bapak. Lakukan UN dengan jujur, jalani kehidupan hanya dengan mengharap ridho Alloh SWT.

Ini ada hadist, tentang kejujuran dan kebohongan, Bismillahirrohmanirrohim
Dari Ibnu Mas’ud RA., Nabi SAW. bersabda, “Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga. Sesungguhnya jika seseorang senantiasa berlaku jujur, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kebohongan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang selalu berdusta, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Bukhari, 54)

*Jujur itu... Keren*
Sulitnya diawal memang, tapi bahagia dan bangganya diakhir :)
Banyak juga kok yang UN jujur tetap lulus dengan nilai yang baik :)

_*Yuk #UNJUJUR*_

_*Semangat UN ya!*_

Semoga sukses UN dan sukses mengarungi ujian hidup, sukses dunia dan sukses akhirat ! Aamiin. Wallahua’lam Bisshowab.
Read more ...

Sabtu, 31 Desember 2016

HARIMU ADALAH HARI INI

Refleksi Akhir Tahun
renung1
Tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2016 dan sebentar lagi akan memasuki tahun 2017. Satu tahun akan segera kita lewati, satu tahun terasa singkat. Pertanyaannya adalah apa yang sudah kita lakukan selama 2016?  Sudahkah kita mengisinya dengan aktifitas-aktifitas yang bermanfaat, baik dalam meningkatkan kualitas diri kita maupun memberi manfaat untuk orang lain. Waktu tidak pernah terulang, imam Al Ghazali pernah bertanya pada muridnya apa yang paling jauh dari kita di dunia ini? Muridnya ada yang menjawab bulan, matahari, bintang-bintang. Sang Imam mengatakah semua jawaban itu benar. Tetapi sesungguhnya yang paling jauh adalah masa lalu (waktu), karena bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa lalu. Jum’at hari ini berbeda dengan Jum’at yang sudah kita lewati, berbeda pula dengan Jum’at yang akan datang, Desember sekarang  ini berbeda dengan Desember yang sudah kita lewati, berbeda pula dengan Desember yang akan datang, begitu seterusnya.
Begitu pentingnya waktu Allah SWT. Berfirman : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran”  (QS. Al-‘Ashr {103} : 1-3)
Dari ayat tersebut di atas Allah menyatakan, bahwa sesungguhnya manusia itu dalam kerugian (tidak beruntung). Manusia yang beruntung adalah yang mampu memanfaatkan setiap detik waktunya untuk beriman dan beramal shalih, mengisi setiap detik waktunya untuk hal-hal yang postif, yang mampu meng-upgrade dirinya maupun memberi kontribusi positif dalam menjalani hidup dan kehidupan di tengah-tengah rmasyarakat.
Harimu hanyalah hari ini. Hanya hari ini yang menjadi milikmu, karena esok belum tentu engkau miliki. Berprinsiplah bahwa hidup hanya hari ini. Dengan demikian, kita akan melakukan hal yang terbaik sebelum hari esok datang. Saat pagi datang bersegeralah melakukan aktivitas yang terbaik, jangan menunggu sore hingga malam datang. Jalankan hari ini dengan memperbanyak kebaikan, jangan memikirkan hari kemarin yang sudah berlalu, atau hari esok yang belum tentu kita miliki.
Nikmatilah hari ini dengan melakukan kebaikan dan meraih kebahagiaan, serta ingat dan mohon ampunlah kepada Allah SWT . Lalui setiap detik, menit, jam dan hari dengan rasa sabar dan syukur serta hanya mengharap keridhaan dari Allah SWT.   Sungguh, kesempatan kelapangan masa hanya ada pada hari ini.
Waktu sudah ditentukan, satu jam = 60 menit, satu menit = 60 detik dan satu hari = 24 jam. Tidak dapat dikurangi, ditambah atau terulang kembali. Setiap orang mempunyai jatah waktu yang sama, tetapi mengapa ada orang yang gagadan ada orang  sukses?
Masalahnya adalah perbedaan dalam merperdayakan waktu ! Orang yang menyia-nyiakan  waktunya hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau hanya untuk melakukan hal-hal yang kecil dan impian yang kecil sesungguhnya dia telah menyia-nyiakan kehidupan, dia hanya bermain-main dengan kehidupan dan tidak mensyukuri hidup dan kehidupan. Orang seperti inilah yang akan selalu gelisah, tidak pernah bahagia dan dia telah menjurumuskan diri dalam jurang kegagalan.
Sebaliknya orang yang sukses sangat menyadari bahwa waktu adalah aset yang sangat berharga, sehingga selalu memanfaatkan setiap detik waktunya untuk melakukan hal-hal yang positif, agar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih professional dan lebih bermanfaat, tidak hanya bagi diri dan keluarganya tetapi juga bermanfaat bagi orang lain.
Orang sukses selalu memanfaatkan waktunya  untuk berpikir besar, mewujudkan impian besar dan melakukan tindakan-tindakan besar. Dia yakin bahwa setiap orang ditakdirkan oleh Allah SWT untuk sukses, kalau mengalami kegagalan itu karena kesalahan manusia itu sendiri dalam memperdayakan waktu.
Dari uraian di atas masihkah kita berpikir untuk merayakan pergantian tahun dengan hura-hura, berpesta pora, bahkan tidak jarang melakukan kemaksiatan. Kita harus sadar bahwa dengan berlalunya 2016, sesungguhnya umur kita sudah berkurang satu tahun. Harusnya kita gunakan untuk bermuhasabah/mengevaluasi diri kita apa yang sudah kita lakukan di tahun 2016. Kita juga harus bersyukur masih diberi kesempatan untuk berjumpa di tahun 2017.
Kita buat rencana pada 2017 dengan sesuatu yang lebih baik daripada yang sudah kita lakukan pada tahun 2016. Kita songsong 2017 dengan penuh harapan dan optimisme bahwa kita akan bisa mengisinya dengan sesuatu yang lebih positif, bermanfaat dan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Kita kuatkan tekat  ‘bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini’.

Salam sukses dan bahagia selalu!   

Gresik, 31 Desember 2016
Read more ...

Selasa, 27 Desember 2016

DESTINASI WISATA DI NGANJUK JAWA TIMUR

Nganjuk adalah sebuah Daerah di Provinsi Jawa Timur. Daerah Nganjuk ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Jombang di timur, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kabupaten Madiun di barat. Pada zaman dahulu, Nganjuk dikenal dengan nama Anjuk Ladang. Nganjuk juga dikenal dengan julukan Kota Angin.
Nganjuk sendiri merupakan sebuah daerah yang mempunyai segudang tempat wisata yang sangat indah diantaranya seperti wisata alam serta wisata sejarah semua ada di Nganjuk, jika anda ingin berlibur disinilah tempat yang cocok, dijamin anda tidak akan kecewa apalagi jika anda berkunjung dengan sanak saudara, pasangan ataupun keluarga dijamin pasti liburan kalian akan lebih menyenangkan.
Berikut ini adalah 22 daftar destinasi wisata Terbaik di Nganjuk yang wajib harus anda kunjungi jika anda sedang berkunjung ke Nganjuk
1. Air Terjun Sedudo
Air Terjun Sedudo atau Grojogan Sedudo merupakan salah satu air terjun tertinggi di Indonesia yang ada di Nganjuk Jawa Timur. Air terjun ini terdapat di daerah desa Ngliman, kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Tempat ini berada di ketinggian sekitar 1.438 meter dari permukaan laut dan memiliki ketinggian air terjun 105 meter. Tempat ini selain memiliki keindahan alam yang mempesona juga memiliki jalur transportasi yang mudah untuk dijangkau sehingga banyak wisatawan yang kemudian memilih tempat ini sebagai tujuan wisatanya. Nah, perlu untuk anda ketahui bahwa masyarakat sekitar masih mempercayai bahwa air dari Air Terjun Sedudo tersebut memiliki kekuatan supra natural sehingga pada sa’at bulan suro di kawasan wisata ini banyak di kunjungi warga Nganjuk dan sekitarnya untuk melaksanakan ritual Mandi Sedudo pada setiap tahunnya. Sebab mereka percaya bahwa bulan suro bisa membawa berkah, dan apabila mandi di Air Terjun Sedudo diyakini bisa membuat awet muda.
2. Air Terjun Roro Kuning
Air Terjun Roro Kuning merupakan salah satu tempat wisata di Nganjuk yang terletak di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Air terjun ini berbeda dari yang lainnya karena air yang jatuh dari atas mengalir merambat melalui bebatuan, oleh karena itulah air terjun ini dinamakan air terjun merambat roro kuning. Selain menikmati air terjun merambat, disini juga terdapat kolam renang dan penangkaran rusa. Sementara tinggi air terjunnya sendiri adalah  10-15 m. Aliran Air terjun Roro Kuning  berasal dari tiga sumber yang ada disekitar Gunung Wilis. Air tersebut mengalir dengan cara merambat di sela-sela bebatuan padas di bawah pepohonan hutan pinus. Kemudian aliran  air terjun tersebut membentuk trisula. Jika anda tertarik untuk datang ke tempat wisata ini, anda bisa menempuhnya dari Nganjuk, kurang lebih berjarak 30 km ke selatan Nganjuk.
3. Air Terjun Singokromo
Air Terjun Singokromo
Air terjun Singokromo memiliki ketinggian sekitar 20 meter dengan suasana sekitar air terjun yang masih sangat sejuk. Air terjun yang terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk ini belum dikelola oleh pemerintah sebagai tempat wisata, hal itu membuat akses menuju lokasi menuju air terjun masih agak sulit gitu. Air terjun Singokromo berjarak sekitar 2,5 km dari Kota Nganjuk. Untuk mencapai lokasi air terjun, kamu cuma bisa menggunakan kendaraan roda dua. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki di atas setapak kurang lebih 500 meter atau sekitar 15 menit. Air terjun ini terletak tidak jauh dari Air Terjun Sedudo.
4. Air Terjun Sumbermanik 
Air Terjun Sumbermanik ini terletak di Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Akses menuju lokasi air terjun memang masih sulit tapi kamu bisa mengandalkan warga sekitar untuk menemanimu menuju lokasi air terjun. Dari Desa Blongko, kamu akan melewati jalan terjal dan berbatu jadi kamu harus hati-hati ya guys. Namun, semua rasa letihmu akan terbayar tuntas saat tiba di air terjun setinggi 35 meter tersebut. Air terjun yang berada tepat di lereng bukit Punjul Gunung Wilis ini dijamin seger banget!
5. Air Terjun Ngebleng
Air Terjun Ngebleng terletak di perbatasan antara jombang dengan nganjuk, tepatnya di Dusun Tondowesi Lor/Utara(Ndosie), Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, Propinsi Jawa Timur, Air Terjun Ngebleng masih alami dan belum di kelola oleh daerah setempat, belum ada karcis masuk, parkir di rumah warga seiklasnya. Untuk menuju air terjun jalan kaki ± 2 km/ 1 jam an dari rumah warga, kalau musim kemarau sepeda motor bisa langsung ke air terjunnya. pas musim penghujan debit airnya lumayan deras, kalau musim kemarau airnya surut/sedikit.
6. Goa Margo Tresno
Goa Margo Tresno terletak di Dsn Cabean, Ds. Sugih Waras, Kec. Ngluyu, Kab. Nganjuk, Goa Margo Tresno terkesan magis. Disepanjang perut goa gelap dan cericit ribuan kelelawar semakin menambah suasana menjadi lebih seram. Apalagi lokasi goa yang berada di tengah belantara hutan jati Pegunungan Kendeng. Untuk menuju lokasi goa ini anda tidak bisa menggunakan alat transpotasi, tetapi harus ditempuh dengan jalan kaki, menyusuri jalan setapak yang terjal dan sedikit mendaki, karena suasananya memang masih asri, dihiasi pepohonan yang rimbun. Di depan goa, anda akan disuguhi sebuah kolam yang bisa digunakan untuk berenang. Air kolam di goa ini masih bersih dan jernih. Di dalam gua ini cukup gelap dan masih banyak kelelawar yang menghuni tempat ini. Keindahan alam yang di berikan Goa Margo Tresno juga tidak kalah menarik dengan tempat wisata yang lainnya.
7. Candi Ngetos
Candi Ngetos merupakan salah satu tempat wisata budaya. Tempat bersejarah seperti candi tak hanya disaksikan di Jawa Tengah saja, Anda juga bisa menyaksikan candi bersejarah di daerah Jawa Timur. Candi Ngetos berada di daerah Nganjuk tepatnya di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, terletak di bagian selatan Kota Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Bangunan candi ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Majapahit pada abad XV. Candi ini juga sebagai tempat pemakaman dari Hayam Wuruk. Bangunan Candi Ngetos terletak di tepi jalan yang beraspal antara Kuncir dan Ngetos. Berdasarkan bentuknya Candi Ngetos ibuat pada abad XV (ke-15), yaitu pada zaman Kerajaan Majapahit. Dan diperkirakan juga Cani Ngetos dibuat sebagai makam Raja Hayam Wuruk dari Majapahit. Secara fisik Candi ini sudah rusak, bahkan beberapa bagian candi sudah hilang sehingga sulit sekali ditemukan bentuk aslinya.
8. Candi lor
Candi Lor terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 937 M dengan menggunakan batu bata merah sebagai salah satu tanda penetapan kawasan Anjuk Ladang yang sekarang ini dikenal sebagai Kabupaten Nganjuk. Candi Lor ini dibangun dari batu bata berwarna merah.Candi ini menjadi simbol berdirinya kota Nganjuk. Area sekitar candi ini sangat asri dan indah sehingga saying jika Anda tidak mengabadikannya lewat jepretan foto.
9. Jurang Gatuk
Jurang Gathuk merupakan salah satu tempat wisata yang penuh dengan keindahan di Nganjuk, dan wajib di kunjungi. Jurang Gathuk terletak di kawasan Desa Gondang, Kecamatan Pace. Jika anda ingin tahu seperti apa keindahan tempatnya, anda bisa mengunjunginya sendiri. Jurang Gatuk berbeda dengan jurang-jurang yang terdengar seram. Tempatnya indah dan alami. Jurang ini bentuknya menyempit dan dialiri oleh air yang begitu jernih. Objek wisata ini biasanya digunakan untuk napak tilas para pemuda pemudi dan untuk melakukannya pun cukup berat karena jurang ini berada di wilayah pegunungan. Jurang Gatuk ini termasuk dalam kawasan daerah pegunungan, sehingga untuk menempuhnya pun terasa berat dikarenakan jalannya yang naik turun.
10. Grojogan Duwur Sumbermiri
Grojogan Duwur “Waterboom alam, taman bermain air alami di hutan” yang posting Asterik-Asterik terpampang di tempat wisata di Nganjuk yang satu ini, terletak di Desa Sumbermiri , lingkungan Lengkong, Nganjuk di kawasan hutan BKPH Krondong KPH Jombang. tempat wisata di Nganjuk masih belum diketahui dalam skala besar, dan saya tahu ini dari posting blog pribadi dating kembali dzofar. Di Grojogan Duwur ada putih overlay batu kapur dengan baskom berisi air berwarna hijau yang Bisa kalian gunakan kolam renang, dan mungkin ini merupakan mengapa disebut waterboom alami. Grojogan Duwur “Waterboom Alami, wahana bermain air alami di kawasan hutan” itulah tulisan yang terpampang pada plang objek wisata di Nganjuk yang satu ini, lokasinya berada di Desa Sumbermiri, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk di kawasan hutan BKPH Krondong KPH Jombang.
11. Sendang Putri Wilis
Sendang Putri Wilis Singokromo siap membiusmu dengan pesona alam sekitar sendang yang masih sangat asri. Dengan suasana khas lereng gunung, kamu bisa menikmati kejernihan air di sendang ini. Sendang Wilis berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan. Sendang ini sebenarnya berada tidak jauh dari air terjun Singokromo atau hanya berjarak sekitar 200 meter dari tempat parkir, sedangkan untuk menikmati kesejukan air di sendang ini, kamu cukup membayar Rp. 5.000.
12. Bukit Batu Songgong atau Bukit Batu Ngroto
Bukit Batu Songgong berada di Dukuh Ngroto, Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Tempat wisata yang lagi hits di kalangan anak muda Nganjuk ini, mulanya adalah kawasan Gunung Wilis yang beberapa waktu lalu dikembangkan menjadi tempat wisata. Lokasi Bukit Songgong tidak terlalu jauh dari jalan raya Sedudo-Sawahan. Bukit ini menampilkan panorama khas lereng Gunung Wilis yang menyejukan mata. Untuk mencapai lokasi Batu Songgong, dari Kota Nganjuk arahkan kendaraanmu ke Sawahan Ngroto. Sampai di sini kamu bisa bertanya pada warga sekitar.
13. Monumen Dr.Soetomo
Monumen Dr.Soetomo terletak di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Nganjuk. Monumen ini merupakan tempat kelahiran Dr. Soetomo. Bahkan ari-ari beliau diperkirakan tepat berada dibawah patung Dr. Soetomo yang digambarkan sedang duduk menghadap ke selatan. Monumen Dr.Soetomo yang ada di Desa Ngepeh tersebut sebenarnya adalah rumah dari neneknya. Secara keseluruhan bangunan ini terdiri dari patung Dr. Soetomo, Pendopo induk yang terletak di belakang patung, dan bangunan pringgitan. Gambaran patung dr. Soetomo dalam posisi duduk di kursi dengan tangan diletakkan diatas buku terbuka yang menggambarkan beliau adalah seorang cendekiawan yang sedang menekuni dan memperdalam ilmu pengetahuan.
14. Monumen Jenderal Sudirman
Monumen Jendral Sudirman terletak di Ds. Bajulan Kec. Loceret, lebih kurang 22 Km arah selatan Kota Nganjuk. Monumen ini didirikan sebagai tanda bahwa Desa Bajulan dahulu pernah disinggahi Panglima Besar Jendral Sudirman selama 9 hari dalam perjalanannya memimpin perang melawan Belanda tahun 1949. Dengan jarak lebih kurang 3 km dari Monumen ke arah selatan ada sebuah padepokan yang dijadikan museum. Untuk mengenang jasa Jendral Sudirman, Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Transmigrasi mengadakan acara setiap tahunnya secara rutin yaitu Napak Tilas Route Jendral Sudirman dengan rute yang dahulu dipakai sa’at Beliau perang gerilya melawan Belanda.
15. Pura Kerta Bhuwana
Jangan meremehkan Pura Kerta Bhuwana ini. Kenapa? Karena Pura ini merupakan Pura tertua di Pulau Jawa. Lokasi Pura yang berada di balik lereng Gunung Wilis atau lebih tepatnya Dusun Cukrik, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, membuat tempat ini cocok banget buat ngadem sejenak. Udara yang sejuk dan kondisi sekitar Pura yang senyap cocok banget untuk relaksasi. Bahkan kemolekan arsitektur Pura juga bisa mempercantik foto-fotomu di Instagram loh.
16. Museum Anjuk Ladang
Museum Anjuk Ladang terletak di kota Nganjuk, tepatnya sebelah timur Terminal Bus Kota Nganjuk. Di dalam Museum ini tersimpan benda dan cagar budaya di zaman Hindu, Doho, dan Majapahit, serta Prasasti Anjuk Ladang yang merupakan cikal bakal berdirinya Kabupaten Nganjuk. Museum ini terbagi menjadi beberapa bagian bangunan. Bagian depan berbentuk joglo tempat menyimpan prasasti Anjuk Ladang, bangunan induk sebagai tempat penyimpanan guci, mangkok, wayang kulit, genta, topeng dan sebagainya.
17. Taman Anjuk Ladang
Taman Anjuk Ladang terletak di sekitar Stadion olahraga Anjuk Ladang, sekitar 2 km arah selatan pusat kota Nganjuk. Taman Anjuk Ladang merupakan taman yang rindang dan sejuk, dan memiliki fasilitas mainan anak seperti Jogging track dan perkemahan. Taman Anjuk Ladang juga memiliki koleksi hewan seperti rusa, monyet, burung, dan lain sebagainya. Oleh karena itu sangat direkomendasikan untuk wisata keluarga. Taman indah ini berada di area sekitar stadion anjuk lading. Taman yang bersih ini bisa menjadi tempat jogging dan jalan-jalan bersama keluarga. Terdapat mainan anak-anak dan juga koleksi hewan seperti rusa dan lainnya. Anda pun bisa berfoto di sana bersama keluarga.
18. Taman Pandan Wilis
Taman ini merupakan taman Kota Nganjuk yang baru resmi dibuka pada tahun 2015 lalu. Nama taman sendiri diambil dari nama Pegunungan Wilis yang menjadi pesona bagi Kota Angin ini. Taman Wilis tidak hanya menawarkan suasana tenang khas taman kota namun juga menawarkan kenyamanan bagi pengunjung dengan menyiapkan tempat duduk. Berlokasi di  Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk Kota, Kabupaten Nganjuk menjadi pilihan warga sekitar atau bahkan muda-mudi untuk menghabiskan sore. Sekali-sekali nyore di taman kota bakal romantis kali ya?
19. Agro Wisata Nganjuk
Agro Wisata di Nganjuk yaitu bawang merah karena merupakan salah satu komoditas terbaik untuk komoditas lokal. Budidaya bawang merah di daerah ini hampir tersebar di seluruh Nganjuk, tetapi pusatnya berada di Rejoso, Wilangan, Bagar, Gondang, dan Sukomoro. Salah satu produksi terbesar adalah di Rejoso. Tetapi pasar untuk penjualan bawang merahnya adalah di Sukomoro. Ketika waktu panen tiba, akan dihasilkan bawang merah sebanyak 200 ton per hari yang diperjualbelikan.
20. Embung Estumulyo
Embung Estumulyo terletak di Desa Bulurejo, kecamatan Sawahan, kira-kira 25 kilometer dari tengah kota Nganjuk. Kecamatan Sawahan sendiri merupakan daerah pegunungan sehingga hawa di sana sangat sejuk. Jalan menuju Embung Estumulyo ini sebagian besar sudah diaspal sehingga mudah untuk dilalui baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Karena Embung Estumulyo ini bukan merupakan tempat yang belum banyak dikenal orang dan belum dikelola sebagai tempat wisata, maka untuk masuk ke Embung Estumulyo ini tidak ada retribusi alias gratis. Walaupun gratis Embung Estumulyo mampu memberikan pemandangan yang sangat memukau, tak kalah dengan tempat-tempat wisata lain. Di Embung Estumulyo ini juga terdapat perahu getek (perahu dari bambu), jadi apabila Anda menemui perahu ini Anda bisa berfoto-foto ria dengan background pemandangan yang keren. Di sini kita juga akan menjumpai beberapa warga yang sedang memancing seperti di bendungan-bendungan lain.

21. The Legend Water Park


Tempat wisata di Nganjuk yang pertama adalah sebuah kolam renang bernama The Legend Waterpark, lokasinya sangat strategis karena berada di pinggir jalan jalur Surabaya – Madiun. Waterpark di Nganjuk ini cukup luas dan menyediakan berbagai macam kolam serta wahana permainan air. Obyek Wisata Air ini dilengkapi dengan berbagai wahana permainan air seperti Racing Slide, Spiral Slide, Kolam Ombak, Lazzy River, Kids Pool, BIoskop 4D, KIos Souvenir, Kolam Renang Standart Internasional, Panggung Hiburan, Food Court, Futsal, Rumah Hantu, dll. Dengan lokasi yang sangat strategis di tepi jalan raya Surabaya – Solo sekitar 5 km arah Barat Kec. Kertosono tentu memudahkan anda yang ingin berkunjung bersama keluarga.


22. Wisata Alam Balo







Wisata Alam Balo (Grojogan dan Goa Putri Ayu) terletak di perbatasan antara Rejoso-Nganjuk dengan Bojonegoro, tepatnya di Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, Propinsi Jawa Timur, tempat wisata ini masih alami dan belum di kelola secara maksimal oleh daerah setempat. Karcis masuk hanya Rp. 5000 per orang. Untuk menuju lokasi wisata tersebut dari kecamatan Rejoso kurang lebih 9 km, lalu jalan kaki ± 800 m dari jalan raya, kalau tidak hujan sepeda motor bisa langsung ke lokasi wisata tersebut. Kalau musim penghujan debit airnya lumayan  deras, kalau musim kemarau airnya agak berkurang.


Sumber :  http://www.anekawisatabahari.com
Read more ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by GusDarMeDia